Soul

Menteri Arifah Harap Buku Cerita Bisa Bangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Jakarta (KABARIN) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi berharap keberadaan buku cerita anak berjudul "Misi untuk Raka" bisa membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

"Kita berharap orang tua bukan hanya memberikan buku tapi juga ikut membacakan cerita, sehingga bisa membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak yang sekarang semakin berjarak," kata Menteri PPPA dalam acara bertajuk "Edukasi Publik untuk Anak dan Orang Tua Melalui Buku Cerita Bergambar Misi untuk Anak", di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, paparan screen time anak saat ini cukup tinggi dengan rentang antara 6 - 7 jam per hari.

Oleh karenanya dibutuhkan pengalihan kegiatan yang bermanfaat seperti membaca buku cerita.

"Hasil survei bahwa screen time anak-anak itu di kisaran 6-7 jam, ini alarm buat kita semua," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Sementara Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation Eddy Henry berharap buku tersebut bisa membantu keluarga-keluarga terutama keluarga rentan untuk mendapatkan buku bacaan anak.

"Kami bekerja sama dengan KemenPPPA dan Kemendikdasmen untuk membuat buku cerita anak karena kita lihat banyak orang tua di keluarga-keluarga terutama dari keluarga yang rentan itu masih kesulitan untuk mendapatkan buku-buku bacaan yang bermanfaat," kata Eddy Henry.

Pihaknya juga mendorong orang tua maupun pendidik untuk memanfaatkan buku cerita anak untuk mengurangi screen time anak.

"Kita tentunya berharap bahwa banyak orang tua, guru, pendidik, fasilitator, bisa menggunakan buku ini untuk mengalihkan anak-anak yang mereka asuh dari paparan gawai," kata Eddy Henry.

Buku cerita "Misi untuk Raka" mengisahkan dua tokoh kakak beradik bernama Tora dan Tania yang sedang berkunjung ke rumah nenek. Sepupu mereka, Raka, juga ada di rumah nenek, namun disibukkan dengan bermain gawai.

Tora dan Tania pun menyiapkan rencana untuk Raka agar bisa mengalihkan kesibukannya dari gawai.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: